Ekspor Ikan Masih Terkendala

Peningkatan ekspor ikan hidup, udang hidup, lobster hidup, kepiting, dan ikan hias memerlukan fasilitas khusus di bandara. Sejumlah bandara di daerah sudah melayani permintaan khusus ini, seperti bandara di Ambon, Manado. Menurutnya, para eksportir ikan hias memiliki pegawai sekira 60 orang dengan rata-rata pendapatan perbulan sebesar Rp 4 juta perorang.

“Ekspor komoditas perikanan di Kalimantan Selatan memang memiliki potensi yang cukup besar. Seluruh Komoditi yang diperoleh merupakan hasil perikanan di Kalimantan Selatan yang dikumpulkan oleh CV. Tiga A. Kami berharap dengan adanya ekspor ini dapat mendorong dan meningkatkan ekspor di Kalimantan Selatan terutama untuk komoditas perikanan,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Banjarmasin, Kurnia Saktiyono. [newline]Adapun untuk market atau pasar ikan hias dunia, pada 2017 nilai ekspor ikan hias mencapai USD 350,12 Juta atau naik (0,86% dibanding 2016) yang didominasi ikan hias air tawar (71,85%). BBP3KP juga memiliki Raiser Ikan Hias Cibinong sebagai pusat promosi dan pemasaran ikan hias. Tujuan pembangunan raiser ikan hias antara lain sebagai sarana pemasaran, promosi, informasi, Pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, pembesaran, penyeragaman ukuran, peningkatan mutu, penyangga stok/persediaan.

Yang pada umumnya albumin digunakan untuk kebutuhan farmasi,” tutur Stefanus yang menamai usahanya Salus Aquarium. Permasalahan dalam penelitian ini apakah harga ekspor ikan tuna, jumlah produksi ikan tuna dalam negeri dan nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap volume ekspor ikan tuna Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga ekspor ikan tuna, jumlah produksi ikan tuna dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap quantity ekspor ikan tuna Indonesia. Hasil penelitian secara serempak harga ekspor ikan tuna, nilai tukar dan jumlah produksi ikan tuna berpengaruh nyata terhadap quantity ekspor ikan tuna Indonesia. Secara parsial harga ekspor ikan tuna, nilai tukar dan jumlah produksi ikan tuna berpengaruh nyata terhadap volume ekspor ikan tuna Indonesia.

Dimana masing-masing negara tersebut menempati peringkat 6, 8 dan 9 negara pengekspor komoditas kelautan dan perikanan ke Tiongkok. Tidak hanya kelengkapan dokumen, jaminan mutu dan kualitas ikan juga menjadi komitmen KKP agar produk perikanan yang diekspor bernilai tambah. Komitmen tersebut semakin ditingkatkan di Era Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. “Kami memiliki peran strategis tak hanya untuk menyiasati peluang pasar baru dan promosi, namun juga untuk lebih memacu dan meningkatkan pangsa pasar ikan hias Indonesia di dunia internasional,” urai Artati. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor komoditas kelautan dan perikanan nasional selama Januari-April 2021 menunjukkan meningkat 4,15%. Trenggono juga mengimbau nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Ekspor Ikan

Sebelumnya, pengamat kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menyatakan bahwa meningkatnya ekspor perikanan harus dapat berimbas atau memberikan manfaat optimal bagi pelaku UMKM sektor perikanan nasional. Merujuk information International Trade Center , selama periode 2017 – 2019, permintaan rata-rata produk perikanan dari negara-negara Timur Tengah tumbuh sebesar four,3 persen per tahun. Hanya saja, ekspor Indonesia ke Timur Tengah masih kalah jauh dibandingkan Thailand yang menguasai 71% pasar impor Timur Tengah untuk produk TTC . Merujuk data International Trade Center , selama periode 2017 – 2019, permintaan rata-rata produk perikanan dari negara-negara Timur Tengah tumbuh sebesar 4,3% per tahun.

Selain itu, Pusat Pengendalian Mutu BKIPM telah melakukan inner suspend terhadap 14 UPI eksportir produk perikanan dan meminta mereka untuk melakukan pengendalian paparan Covid-19 pada seluruh rantai kegiatan produksi hulu-hilir, termasuk terhadap pekerja. Rina mengaku, terdapat 10 negara yang melakukan protes terhadap tindakan Tiongkok terkait impor produk perikanan melalui WTO. Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia telah menjadi eksportir perikanan terbesar untuk pasar Tiongkok di tingkat ASEAN.

BBP3KP di Gedung Raiser mendiseminasi informasi dengan memfasilitasi kontes ikan hias, seminar/workshop/FGD, pameran, eduwisata, dan gerai informasi ikan hias. BBP3KP juga mendukung upaya pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk untuk ikan hias di Raiser dengan penyewaan ruang kantor di Raiser. Meski pun bukan lembaga resmi di bawah PBB, lembaga MSC dan IOTC dihormati di kalangan pelaku bisnis perikanan dan hampir semua negara. Maka, kesiapan bandara dan pelabuhan laut untuk kegiatan ekspor langsung produk perikanan, tak melulu terkait dengan sarana fisik.

“Misalkan nelayan kita menangkap empat ekor ikan Tuna di laut, tapi yang bisa lolos ke pasar biasanya cuma satu atau bahkan tidak ada,” kata Risyanto di Jakarta, Senin (16/9). Hal itu, kata dia, dikarenakan saat membawa ikan dari lokasi penangkapan ke pelabuhan untuk diteruskan ke pasar itu belum dilakukan dengan baik. Seluruh produksi perikanan dunia sekitar seventy five persen ada di Asia Pasifik, dan 30 persen ada di Indonesia. Terkait dengan industri pengolahan ikan, puluhan unit pengolahan dan pabrik ikan di Kota Bitung, Sulawesi Utara, tidak beroperasi lagi. Wali Kota Bitung Max Lomban mengatakan, hal itu menyebabkan krisis ekonomi dan dirasakan warga sejak 2015 hingga sekarang.

Klaster Dalian yang muncul Juli lalu berasal dari seorang pria berusia fifty eight tahun yang bekerja di perusahaan pengolahan makanan laut. Dedy pun ikut menyampaikan mengenai kondisi yang terjadi di dalam negeri, bahwa pembudidaya ikan hias lokal masih menginginkan harga jual yang terlalu tinggi. Semisal untuk ikan koki yang harga satuanya dibanderol sekitar Rp 20 ribu per ekor untuk eceran. Namun, jika dijual ke provider atau eksportir harganya berubah menjadi harga borongan misal menjadi Rp 15 ribu per ekor, para pelaku tidak mau, mereka masih menginginkan harga yang sama dengan eceran.