Pembinaan Guru St Louis 1

Jauhkan rasa tidak enak hati kita terhadap senior, tugas kita sama-sama mendidik siswa, dengan sikap profesionalisme pasti senior kita seharusnya juga sudah paham posisi dan tugas kewajiban mereka sebagai seorang pendidik. Eitss tapii kita juga tetap harus menerapkan unggah-ungguh atau tata krama kita loh ke senior. Kita harus tetap menghormati dan menjaga sikap kepada senior kita. Apabila senior kita memberikan arahan, apabila arahannya itu benar, kita harus menaati perintahnya. Kita dapat pelan-pelan menjelaskan dan memberitahu bahwa arahan tersebut tidak benar atau sudah tidak berlaku lagi di era yang baru.

Peserta didik, dalam hal ini adalah siswa, hanya sampai pada tingkatan yang paling dasar dari pendidikan karakter, yaitu knowing good. Dengan kata lain, karakter yang baik baru sebatas teori dalam kepala mereka. Siswa mengerti tentang kualitas karakter yang baik seperti kejujuran, ketaatan, tanggung jawab, dan lain sebagainya, tapi hal tersebut tidak meresap di dalam hati sehingga siswa tidak mampu merasakan, memiliki keinginan, apalagi melakukan kualitas karakter tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak heran jika kita masih menjumpai siswa antar sekolah yang terlibat tawuran, siswa yang terjerumus dalam pemakaian narkoba, siswa yang bolos sekolah, siswa yang terlibat dalam pergaulan bebas, siswa yang mengucapkan kata-kata kasar kepada guru bahkan berani menganiaya gurunya sendiri. Oleh karena itu, pendidikan karakter tidak cukup hanya menyentuh akal pikiran tapi juga hati setiap peserta didik agar mereka mampu menghayati dengan benar dan pada akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan serta memiliki karakter yang baik dalam hidupnya. Pendidikan karakter yang paling utama sejatinya diberikan kepada seorang anak, sejak usia dini, dalam institusi pendidikan yang paling kecil namun berperan paling penting, yaitu keluarga.

Karakteristik ini meliputi pengetahuan, keterampilan, aspek-aspek citra diri, motif-motif sosial, sifat-sifat pola pikir,mind-setdan cara berfikir, merasa dan bertindak. Peradaban yang unggul dalam dunia pendidikan menjadi keniscayaan yang akan digapai dalam penyelenggaraan pendidikan dalam semua jenjang. Secara teknis operasional maka seniornya yang telah menyebabkan juniornya tewas harus mendapat hukuman yang setimpal. STIP sebagai sebuah institusi pendidikan yang dipimpin oleh seorang rektor. Saya tidak tahu apakah saya yang kurang informasi atau tidak namun sampai saat ini saya belum melihat ada assertion resmi dari rektor apakah itu sebagai sebuah penyesalan atas kejadian, permintaan maaf atau bahkan sebuah pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab institusi. Inu Kencana Syafe’i menyampaikan hal itu kepada wartawan, di Press Room DPR/MPR Senayan Jakarta, Rabu (11/4), sebelum memenuhi undangan pimpinan DPR yang ingin mendapatkan informasi akurat tentang kasus kematian siswa IPDN tersebut.

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Mentoringmerupakan proses dimana seorang pekerja yang lebih ber- pengalaman memberikan saran, nasihat, bimbingan dan sebaliknya meningkatkan pengembangan profesional pekerja baru. Seorang mentor merupakan seseorang pekerja yang lebih berpengalaman yang membimbing pekerja yang lebih baru dalam belajar tentang pekerjaan dan organisasi. Seorang mentor adalah orang yang membantu orang lain melakukan per- tumbuhan pribadi melalui pembelajaran. Sementaramentoring,adalah orang yang menawarkan nasihat, informasi, atau bimbingan oleh orang dengan pengalaman yang bermanfaat, keterampilan, atau keahlian untuk pengembangan pribadi dan prifesional individu lain. Selain itu, pemerintah berkewajiban membina guru agar memiliki kompetensi yang memadai . Sudah saatnya kita memiliki suatu pembinaan guru yang handal yang dapat mengantisipasi kebutuhan masa depan.

Walaupun demikian, pembimbingan memiliki karakteristik yang membedakannya dari supervisi yaitu penekanan pembimbingan pada refleksi dan pembelajaran profesional. Supervisi lebih dekat dengan peran sosialisasi untuk ‘membentuk’ guru menjadi sosok guru yang sesuai dengan dengan lingkungan sekolah dimana guru mengajar. Fungsi supervisi ini meliputi penyambutan , enkulturasi, pemodelan, penjelasan, diskusi, dan pemberian umpan balik. Fungsi ini dilakukan dalam pembimbingan namun dengan tuntutan komitmen yang lebih holistik dan hubungan yang lebih multi arah.